Apakah Introvert Lebih Pintar dari Ekstrovert?
- eko wahyudi
- Aug 28, 2024
- 2 min read

Baru-baru ini, saya menemukan ide menarik saat membaca buku Quiet karya Susan Cain. Cain mengungkapkan bahwa ekstrovert cenderung lebih pintar di sekolah dasar, sering kali mendapatkan nilai lebih tinggi daripada teman-teman mereka yang introvert.
Namun, ketika siswa beranjak ke sekolah menengah dan akhirnya ke universitas, situasinya berubah.
Introvert lebih unggul secara akademis.
Ini membuat saya bertanya-tanya: Apakah ini berarti introvert lebih pintar daripada ekstrovert?
Cain menjelaskan bahwa introvert memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menghadapi sebuah tantangan.

Ekstrovert unggul dalam situasi di mana pemikiran cepat dan tindakan lugas dibutuhkan. Mereka hebat dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar, merespons isyarat sosial, dan mengerjakan tugas-tugas yang memerlukan multitasking.
Sebaliknya, introvert cenderung berpikir lebih mendalam, merenung dengan hati-hati, dan tetap bertahan pada masalah lebih lama, bahkan ketika situasinya menjadi sulit.
Perbedaan pendekatan ini menjadi sangat penting ketika tuntutan akademis meningkat dan masalah yang harus diselesaikan menjadi lebih kompleks.
Salah satu poin paling menarik yang diungkapkan Cain adalah bahwa kemampuan introvert untuk fokus dengan intensitas dan bertahan menghadapi tantangan sering kali memberi mereka keunggulan di tingkat universitas, di mana pemikiran mendalam sangat penting.
Pohon Bambu di Cina

Semakin saya merenungkannya, semakin saya teringat pada cerita tentang pohon bambu Cina.
Pohon ini luar biasa karena tidak tumbuh sama sekali selama lima tahun pertama setelah ditanam, meskipun disiram dan dirawat seperti tanaman lainnya.
Kemudian, tiba-tiba, di tahun kelima, pohon ini tumbuh setinggi 90 kaki hanya dalam enam minggu. Walaupun bambu tidak terlihat tumbuh, pohon ini sebenarnya sedang mengembangkan sistem akar yang dalam dan luas, mempersiapkan pertumbuhannya yang cepat.
Introvert, seperti pohon bambu, mungkin tidak selalu menunjukkan hasil yang cepat. Mereka mungkin bukan orang yang selalu mendapat nilai tertinggi di sekolah dasar atau mendominasi setiap diskusi kelompok.
Namun di balik layar, mereka sedang membangun kekuatan mental dan pemahaman mendalam yang memungkinkan mereka unggul di kemudian hari. Kesuksesan mereka bukan tentang kemenangan cepat, melainkan tentang usaha yang berkelanjutan dan penuh pemikiran selama periode waktu yang panjang.

Ide ini juga terkait erat dengan konsep 10,000-hour rule yang dipopulerkan oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers. Aturan ini menyarankan bahwa penguasaan dalam bidang apa pun membutuhkan sekitar 10.000 jam latihan yang disengaja.
Bukan bakat alami yang membawa kesuksesan; melainkan upaya yang konsisten dan gigih.
Introvert, dengan kecenderungan mereka untuk fokus mendalam dan bekerja dengan tekun, sering kali sangat cocok untuk ini.
Jadi, apakah introvert lebih pintar daripada ekstrovert? Tidak selalu.

Namun ketekunan, pemikiran yang hati-hati, dan kemampuan mereka untuk tetap bertahan melalui tugas-tugas yang menantang sering kali membuat mereka unggul dalam bidang-bidang di mana pemikiran cepat saja tidak cukup.
Ini adalah jenis kecerdasan yang berbeda.
Introvert walaupun terlihat diam, tapi sebenarnya berpikir lebih dalam dan mampu bertahan lebih lama menghadapi sebuah masalah.
Daya tahan inilah yang merupakan kekuatan seorang introvert bukan kepintaran mereka.
Referensi



Comments