top of page

Mengapa mempunyai dua anak sudah cukup?

  • Writer: eko wahyudi
    eko wahyudi
  • Sep 27, 2025
  • 3 min read
Wikipedia
Wikipedia


Yang menarik bukan gaya hidup mereka yang suka bersosialisasi tapi sebuah fakta menarik yang merka temukan dari data:

Semakin banyak anak yang dihasilkan oleh si induk betina, semakin turun kemampun berpikirnya.

Dengan kata lain. semakin banyak si burung memiliki anak, maka burung tersebut akan semakin bodoh.


Para peneliti mengamati bahwa kemampuan kognitif burung betina menurun seiring bertambahnya jumlah anak yang mereka hasilkan.


Tapi bagaimana cara peneliti tahu jika kemampuan kognitif burung tersebut menurun?

Burung-burung tersebut diberikan test sederhana. Test-test ini dibuat senatural mungkin dan berhubungan dengan perilaku mereka sehari-hari seperti mencari cacing di tanah.


Misalnya mereka harus memilih warna yang tepat untuk mendapatkan cacing atau menghindari rintangan untuk mendapatkan makanan.

Dan hasilnya?


Konsisten. Burung yang dulu bisa menyelesaikan test dengan cepat dan tepat, setelah punya banyak anak jadi lebih lambat dan sering salah.


Dan saat kecerdasan mereka menurun, tingkat kesuburan burung-burung tersebut justru meningkat! Artinya saat burung-burung tersebut semakin subur mereka justri semakin bodoh.


Para peneliti menyimpulkan bahwa ada trade-off atau pertukaran energi: otak dan rahim tidak bisa all-out bersamaan. Energi yang tadinya dipakai untuk berpikir dan belajar, mulai dialihkan untuk bertelur dan mengasuh anak. Ini bukan mitos. Ini mekanisme biologis.


Pertanyaannya sekarang: apakah ini hanya terjadi pada burung?

Dia menyatakan bahwa keputusan bagi pasangan untuk memiliki anak bukan hanya soal naluri apalagi cinta. Tapi didasarkan atas perhitungan ekonomi.

Menurut Becker, orang tua secara rasional mempertimbangkan antara kualitas dan kuantitas anak. Jika penghasilan meningkat, mereka tidak serta merta ingin menambah anak.


Mereka justru cenderung memilih untuk memiliki sedikit anak atau tidak menambah anak sama sekali.


Kenapa?


Karena para orang tua ingin mengalokasikan lebih banyak sumber daya seperti biaya pendidikan, les tambahan, tabungan kuliah ke anak mereka.


Pengalokasian sumber daya yang lebih banyak ini tentu diharapkan akan membuat sang anak menjadi lebih berkualitas.


Dan ternyata jumlah saudara yang seorang anak miliki memiliki dampak ke otak mereka.

Bayangkan jika ada dua anak: A dengan satu saudara dan B dengan 5 saudara. Keduanya diikutkan dalam sebuah test IQ.


Menurut Anda bagaimana hasilnya?



Semakin banyak saudara yang dimiliki seorang anak, semakin rendah rata-rata skor tes kognitif yang mereka capai atau semakin rendah IQ mereka.


Ini bukan berarti anak dari keluarga besar bodoh, tapi mereka cenderung mendapatkan lebih sedikit “jatah” sumber daya kognitif—waktu, perhatian, dan stimulasi dari orang tua.

Intinya sederhana: orang tua punya sumber daya yang terbatas. Jika hanya dibagi ke dua anak, masing-masing dapat setengah. Tapi jika dibagi ke enam anak? Ya, masing-masing dapat seperenam.

Midjourney
Midjourney

Sekarang pertanyaanya, mengapa memiliki dua anak saja sudah cukup?

Pertama, seperti burung babler diatas, energi dan sumber daya manusia juga terbatas. Menjadi orang tua itu tidak hanya masalah fisik tapi juga mental dan tentunya EKONOMI.
Kedua, seperti yang dijelaskan oleh Gary Becker:Kualitas membutuhkan investasi. Pendidikan yang bagus, nutrisi yang cukup dan waktu untuk sang anak, semua itu butuh tenaga dan uang. Jika anak terlalu banyak, maka yang dikorbankan adalah kualitas. Anak-anak mungkin tetap tumbuh, tapi tidak dalam lingkungan optimal yang memberi mereka peluang terbaik dalam hidup.
Ketiga, dari resource dilution model, kita tahu bahwa anak-anak sendiri yang akan menerima dampaknya. Bukan hanya dari sisi materi, tapi dari sisi perkembangan intelektual dan emosional. Anak dengan saudara yang lebih sedikit cenderung memiliki IQ yang lebih tinggi dibanding anak dengan saudara yang lebih banyak.

Dua anak memungkinkan orang tua untuk tidak hanya hadir tapi memberikan lebih banyak.

Jika orang tua memiliki energi 100, maka jika anak mereka dua, masing-masing akan mendapatkan 50. Tapi bagaimana jika anak mereka 5? Silakan hitung sendiri.


Tentu tidak ada yang berhak melarang Anda untuk memiliki lebih dari dua anak. Itu hak Anda. Tapi Anda harus siap dengan konsekuensinya.


Anda harus siap menukar kualitas dengan kuantitas.

Comments


© 2024

bottom of page