Apakah Ponsel Pintar Merusak Manusia?
- eko wahyudi
- Jan 18, 2025
- 2 min read
Updated: Mar 28, 2025

Dalam sebuah penelitian para peserta diminta untuk melakukan dua jenis tugas:
Tugas 1 adalah menyelesaikan masalah matematika sambil mengingat rangkaian huruf acak. Tugas ini dirancang untuk mengukur working memory mereka, yaitu kemampuan otak untuk menyimpan dan memproses informasi secara bersamaan.
Tugas 2 adalah memilih elemen yang tepat untuk melengkapi pola yang belum selesai. Tugas ini menguji fluid intellegence, yaitu kemampuan untuk memahami dan menyelesaikan masalah baru tanpa bergantung pada pengetahuan sebelumnya.
Menariknya, penelitian ini juga membagi peserta ke dalam tiga kelompok berdasarkan posisi ponsel mereka:
Di atas meja (terlihat dan dekat).
Di saku atau tas (dekat tapi tidak terlihat).
Di ruangan lain (jauh dan tidak terlihat).
Hasilnya?

Apa artinya?
Keberadaan ponsel yang dekat dengan kita, walaupun tanpa kita gunakan sama sekali dapat mengurangi kemampuan otak untuk fokus dan berpikir jernih. Ini adalalah salah satu dampak buruk smartphone alias ponsel pintar.
Tapi tidak adil rasanya jika kita hanya melihat dari satu sisi.

Penggunaan internet ternyata berkaitan dengan penurunan gejala depresi, peningkatan kepuasan hidup, dan kesehatan mental yang lebih baik.
Lalu apa hubungannya smartphone alias ponsel pintar?
Smartphone memberikan akses yang lebih mudah ke internet. Dengan menggunakan smartphone orang-orang uang sudah berumur dapat terhubung dan tahu dengan mudah kondisi keluarga mereka. Bayangkan seorang kakek atau nenek yang kangen dengan cucunya lalu dengan mudah bisa mengakses sosial media untuk melihat cucu-cucu mereka.

Atau mungkin mereka bisa mencari tahu tentang teman-teman lama mereka untuk sekedar mengingat masa-masa bahagia bersama dulu.
Kesimpulannya?
Semua tentu punya dampak baik dan buruk. Smartphone adalah alat. Dan seperti alat lainnya, dampaknya bergantung pada cara kita menggunakannya.
Apakah kita bisa bilang jika pisau adalah barang yang tidak baik? tentu tidak.
Pisau hanya akan berbahaya jika digunakan dengan cara yang salah atau tanpa tanggung jawab. Sama halnya dengan smartphone.
Smartphone bisa menjadi alat yang membantu kita tetap terhubung, belajar hal baru, atau bahkan meningkatkan produktivitas. Tapi, di sisi lain, smartphone juga bisa menjadi sumber gangguan, stres, atau bahkan kecanduan jika kita tidak bijak menggunakannya.
Jika kita ingin fokus belajar atau bekerja, ada baiknya menjauhkan smartphone dari jangkauan kita (jauh dan tidak terlihat)
Tapi jika kita kesepian smartphone bisa menjadi teman yang menyenangkan. Kita bisa menggunakan media sosial untuk terhubung dengan teman dan keluarga, menonton video lucu untuk hiburan, atau bahkan bermain game untuk menghilangkan kejenuhan.
Dalam kondisi ini, smartphone dapat menjadi alat yang membantu mengurangi rasa kesepian dan memperbaiki suasana hati.
Semoga membantu.



Comments