Bahagia Itu Sederhana: Saat Kita Memiliki Kendali
- eko wahyudi
- Oct 26, 2024
- 3 min read

Dalam sebuah rumah perawatan untuk para lansia atau panti jompo dilakukan sebuah eksperimen menggunakan tanaman dan film.
Penghuni panti jompo ini dibagi menjadi dua kelompok di dua lantai.
Di salah satu lantai, para lansia diminta menaruh tanaman di kamar mereka dan menonton sebuah film seminggu sekali. Mereka boleh memilih tanaman dan film yang mereka suka. Mereka jugalah yang merawat tanaman tersebut.
Di lantai lainnya hampir sama. Tapi mereka tidak boleh memilih tanaman dan film yang mereka suka. Perawat yang akan memilihkan untuk mereka. Perawat juga yang akan merawat tanaman tersebut.
Hasilnya, para lansia yang diberikan kebebasan memilih tanaman dan film yang akan ditonton serta merawat tanaman tersebut ternyata lebih bahagia.
Bahkan 18 bulan setelah eksperimen ini, mereka masih lebih bahagia dibanding lansia yang tidak bisa memilih tanaman dan film yang mereka suka.
Dari penelitian diatas saya menyimpulkan bahwa kebahagian itu adalah saat kita memilik kendali.
Jika kita ingin makan sushi dan bisa makan sushi, kita akan bahagia.
Jika kita ingin liburan dan bisa liburan, kita akan bahagia.

Sebaliknya, jika kita ingin liburan, kita tidak bisa, maka besar kemungkinan kita tidak akan bahagia. Jika kita ingin mengganti hp kita yang rusak, tapi tidak bisa, ya sama, besar kemungkinan kita tidak akan bahagia.
Jadi semua tentang kendali.

Di hari pertamanya dia dihadapkan dengan seorang pasien bernama Ri-na. Ri-na ini di awal terlihat normal, tidak mengalami gangguan jiwa. Tapi ternyata, Ri-na ditempatkan di rumah sakit oleh ibunya karena dia membuntuti laki-laki yang dia suka hingga dilaporkan ke polisi. Parahnya lagi, Ri-na sudah punya suami, seorang hakim.
Tapi Da-eun penasaran, kenapa wanita seperti Rin-na, yang berasal dari keluarga kaya raya dan memiliki suami orang terpandang bisa mengalami gangguan mental? Dari luar hidupnya terlihat sempurna dan banyak wanita iri padanya.
Ternyata selama ini hidup Ri-na diatur oleh ibunya. Dia tidak bisa memilih apa yang dia suka mulai dari sekolah, pakaian hingga kopi di coffee shop. Bahkan suaminya yang sekarang adalah pilihan ibunya.
Dalam salah satu adegan, Ibunya selalu datang menjenguk dan membawakan Ri-na sekotak buah anggur. Kata ibunya, ini adalah buah kesukaan Ri-na.
Tapi anehnya, saat De-eun memberikan buah ini ke Ri-na, dia sama sekali tidak memakannya.
"Waktu kecil aku pernah tersedak anggur, sehingga aku trauma.tapi ibuku percaya bahwa buah anggur baik untuk kesehatan,makanya dia tetap menyuruhku memakan anggur." Ujar Ri-na.
Bahkan untuk buah yang ingin dimakan pun, Ri-na tidak bisa memilih. Ri-na tidak memiliki kendali atas hidupnya. Inilah yang menyebabkannya mengalami gangguan mental.
Setelah berbicara dengan dokter dan Ri-na, Ibu Ri-na menyadari kesalahannya. Dia tidak memberikan kendali pada Ri-na. Selama ini dialah yang memegang kendali atas hidup Ri-na. Inilah sumber ketidak bahagiaannya.
Di akhir episode 1 Daily Dose of Sunshine, Ibu Ri-na kemudian menjenguk Ri-na dengan membawakan sebuah kotak.
Saat dibuka oleh Ri-na, kotak tersebut berisi potongan berbagai macam buah.
"Makanlah buah manapun yang kamu suka" ujar ibunya dengan suara yang agak gemetar, seolah-olah untuk pertama kalinya memberikan kebebasan kecil kepada putrinya.
Ri-na berhenti sejenak, menatap buah-buahan itu, dan kemudian perlahan tersenyum. Itu mungkin hanya sebuah kotak buah, tapi bagi Ri-na, itu adalah sesuatu yang jauh lebih besar. Untuk pertama kalinya, ibunya membiarkannya memilih untuk dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya Ri-na memiliki kendali.
Jadi menurut saya kebahagiaan adalah saat kita memiliki kendali. Baik itu kendali internal seperti mengatur emosi dan pikiran, atau kendali eksternal seperti memilih jalan hidup yang kita mau.
Kebahagiaan adalah saat kita memiliki kendali. Sesederhana itu.



Comments