top of page

Gunakan 1 Prinsip Psikologi Ini Jika Kamu Ingin Menjelaskan Sesuatu Dengan Sederhana.

  • Writer: eko wahyudi
    eko wahyudi
  • Aug 1, 2024
  • 3 min read

Updated: Aug 10, 2024


ree

Silverman bingung. Dia menemukan fakta mencengangkan dari sebuah popcorn. Popcorn ukuran sedang di bioskop biasa ternyata mengandung 37 gram lemak jenuh.


Hampir dua kali lipat dari batas harian yang direkomendasikan!


Ada banyak istilah dalam temuan yang dia baca yang mungkin tidak dimengerti oleh orang awam seperti lemak jenuh dan 37 gram.


Apakah 37 gram itu baik atau buruk? Silverman tahu itu tidak baik, tapi bagaimana dengan kebanyakan orang?


Silverman harus menjelaskan bahaya popcorn kepada jutaan orang. Penjelasan akademis ala professor tentu tidak akan menjangkau orang banyak.


Setelah berpikir lama. akhirnya Silverman membuat penjelasan sebagai berikut:


ree

“Popcorn ukuran sedang di bioskop ini mengandung lebih banyak lemak yang menyumbat pembuluh darah daripada sarapan daging dan telur, makan siang burger dan kentang goreng, serta makan malam steak jika digabungkan!”

Penjelasan ini sukses. Banyak orang mulai takut dan berpikir untuk membeli popcorn.

Silverman sukses menjelaskan sesuatu yang rumit dengan bahasa sederhana tapi kuat.


Apa rahasianya? Coba kita analisa penjelasan diatas.

Pertama, Silverman menggunakan bahasa yang sederhana dan langsung. Alih-alih menggunakan istilah teknis, seperti arteri dan 37 gram, ia memilih kata-kata yang bisa dipahami semua orang, seperti "lemak yang menyumbat pembuluh darah".
Kedua, Silverman menggunakan apa yang disebut schema dalam psikologi. Apa itu schema?

Saya akan berikan dua contoh mengenai penjelasan dari buah Kiwano dari Afrika dengan dan tanpa schema sebagai berikut:

Contoh tanpa Schema: “Kiwano adalah buah yang berasal dari Afrika dengan kulit berduri dan daging berwarna hijau yang penuh dengan biji. Rasanya unik dengan tekstur yang lembut dan sedikit berlendir.”
Contoh dengan Schema: “Kiwano sebuah buah yang terlihat seperti persilangan antara mentimun dan kiwi, tetapi dengan kulit berduri. Rasanya seperti campuran mentimun dan kiwi, dengan tekstur lembut dan sedikit berlendir.”

Lihat perbedaannya? Dengan menggunakan schema, kita menghubungkan sesuatu yang baru dengan sesuatu yang sudah dikenal oleh audiens. Dengan Schema saya menghubungkan penjelasan buah Kiwano dengan “persilangan antara mentimun dan kiwi.


Besar kemungkinan pembaca akan membayangkan mentimun dan kiwi lalu menghubungkan dua buah tersebut untuk menjadi sebuah kiwano.

Ini membuat penjelasan lebih mudah dipahami dan diingat.


Dengan cara yang sama, Silverman menggunakan schema dalam penjelasannya tentang popcorn.


Silverman tidak mengatakan bahwa popcorn mengandung 37 gram lemak. Dia menghubungkan jumlah lemak dalam popcorn dengan makanan yang sudah dikenal dan dimakan orang sehari-hari, seperti daging, telur, burger, kentang goreng, dan steak.


Ini membuat pesan tersebut lebih mudah dipahami.


Sekarang kita coba menyampaikan Social Loafing. Ini penjelasannya dari sebuah buku yang saya baca


ree

Tapi pembaca tidak akan mengerti jiika saya terjemahkan semua ini. Ok kita mungkin akan terlihat pintar dan keren jika kita menggunakan semua istilah yang ada dalam buku ini. Tapi tujuannya adalah komunikasi bukan impresi.


Maka jawaban saya menjadi seperti ini

“Bayangkan ada 2 orang bekerja dalam sebuah kelompok.Masing-masing dari mereka mengeluarkan tenaga sebesar 100%.
Tapi jika ada 4 orang yang bekerja dalam kelompok, maka akan ada kecenderungan dimana masing-masing dari mereka hanya akan menggunakan 50% tenaganya.
Ini disebut dengan social loafing dimana kita mengurangi usaha kita jika bekerja dalam kelompok yang lebih besar karena merasa tanggung jawab sudah tersebar.
Solusinya?Sama seperti tim sepakbola, semua anggota kelompok harus memiliki tugas yang jelas.”

Disini saya menggunakan schema. Apa schemanya?


Sepakbola dan tugas yang jelas. Setiap orang bisa memahami konsep tugas yang jelas dalam tim sepakbola, jadi mereka bisa menghubungkan konsep social loafing dengan situasi yang sering mereka temui.


Jadi bagaimana menjelaskan hal yang rumit secara sederhana ke orang yang tidak memiliki pengetahuan yang sama dengan Anda?


Gunakan schema. Apa itu schema? Schema adalah cara kita menghubungkan informasi baru dengan sesuatu yang sudah kita kenal.


Orang tua biasanya sangat ahli dalam menggunakan schema karena mereka sering dihadapkan dengan pertanyaan oleh anak-anak mereka.


ree

Misalnya, ketika anak-anak mendengar kata "kuda nil" dan bertanya kepada orang tuanya apa itu kuda nil, orang tua menggunakan schema untuk menjelaskan bahwa kuda nil itu seperti "gabungan antara kuda dan gajah kecil yang hidup di air."


Dari sini kita bisa melihat bahwa si orang tua menghubungkan konsep baru (kuda nil) dengan sesuatu yang sudah dikenal oleh anak (kuda dan gajah).


Ini membantu anak memahami dan mengingat informasi baru dengan lebih mudah.

Semoga membantu.


Referensi:

Comments


© 2024

bottom of page