Inilah Satu Kelemahan Orang Cerdas yang Banyak Orang Tidak Tahu
- eko wahyudi
- Jul 13, 2024
- 2 min read
Jika saya menyebut Mike Lazaridis mungkin tidak banyak yang tahu. Tapi jika saya menyebut Blackberry Anda pasti tahu.
Mike Lazaridis adalah pendiri Research in Motion yang membuat Blackberry.
Kita tahu betapa fenomenalnya Blackberry jaman dulu:
Pada tahun 2009, Blackberry menguasai hampir 50% pangsa pasar di Amerika yang pada akhirnya jatuh menjadi 1% di tahun 2014.
Blackberry mengenalkan beberapa inovasi penting dalam dunia ponsel seperti fitur copy paste, pesan instan (BBM), dan indikator lampu.
Blackberry mampu menyediakan fitur email yang cepat dan aman, yang pada zaman dulu ini sangat luar biasa.
Namun, sesuai dengan poin pertama, Blackberry kini hampir tak tersisa. Mike Lazaridis, meskipun dikenal sebagai orang yang sangat cerdas dari kecil hingga sukses mendirikan RIM, tetap tidak mampu menyelamatkan Blackberry.
Kenapa?
Lazaridis dikenal sebagai seorang visioner dan inovator yang luar biasa dalam bidang teknik, tetapi dia memiliki kelemahan yang umum ditemukan pada orang-orang cerdas.
Salah satunya adalah terlalu percaya diri dan memiliku keyakinan berlebihan pada pengetahuan dan keahlian sendiri.
Lazaridis terlalu yakin bahwa fitur-fitur yang membuat BlackBerry sukses di masa lalu akan tetap relevan, bahkan ketika teknologi dan preferensi pasar mulai berubah.
Selain itu, Lazaridis juga memiliki kesulitan beradaptasi. Ketika iPhone muncul dengan layar sentuhnya, Lazaridis kukuh bahwa orang-orang akan masih suka ponsel dengan keyboard fisik seperti Blackberry.
Keyakinannya ini membuat RIM lambat dalam merespon perubahan preferensi pasar dan inovasi dari kompetitor.
Lazaridis juga tidak memiliki apa yang disebut dengan confident humility.
Menurut Adam Grant dalam bukunya "Think Again", confident humility adalah suatu kondisi dimana seseorang memiliki kepercayaan diri yang tinggi namun tetap memiliki kerendahan hati untuk mengakui bahwa mereka tidak tahu segalanya dan mau belajar.
Orang yang memiliki confident humility akan mampu untuk:
Menerima kritikan dan masukan
Mampu beradaptasi
Belajar dari kesalahan
Kurangnya confident humility membuat Lazaridis sulit menerima bahwa pasar telah berubah dan BlackBerry perlu beradaptasi.
Ketika iPhone mulai mendominasi dengan layar sentuh dan aplikasi yang lebih canggih, Lazaridis dan timnya tetap berpegang teguh pada konsep keyboard fisik, yang pada akhirnya membuat BlackBerry tertinggal jauh.
Ada satu cerita menarik saat Lazaridis membongkar sebuah iPhone dan mengatakan:
“They put a Mac in this thing.”
Yang secara tidak langsung mengakui bahwa sebuah iPhone memiliki kekuatan setara sebuah komputer. Tapi Lazaridis tetap tidak beralih dari keyakinannya bahwa pengguna hanya menginginkan perangkat untuk email dan telepon.
Bahkan ada rumor yang mengatakan bahwa pada tahun 1997, seorang insinyur di RIM sudah mengusulkan untuk menambahkan fitur browser internet tetapi ditolak mentah-mentah oleh Lazaridis.
Satu lagi cerita menarik berkaitan dengan fitur andalan BlackBerry yaitu BBM. Usulan untuk membuat BBM menjadi cross-platform, tidak hanya eksklusif untuk perangkat BlackBerry, sebenarnya sudah disampaikan tetapi lagi-lagi RIM menolak. Ini membuat WhatsApp dengan mudah menyalip BBM.
Pada akhirnya, BBM memang bisa cross-platform tapi sudah terlambat. Tahta sudah diduduki WhatsApp.
Saat BBM akhirnya tersedia untuk Android dan iOS pada tahun 2013, WhatsApp sudah berkembang terlalu pesat dengan jumlah 300 juta pengguna. Sebagai perbandingan, jumlah penduduk Indonesia tahun 2013 adalah 253 juta.

WhatsApp bahkan masuk dalam urutan 10 platform yang mencapai 100 juta pengguna dalam waktu singkat.
Jadi, apa kelemahan orang cerdas paling umum?
Terlalu percaya diri
Susah menerima masukan
Tidak mampu beradaptasi
Ini mengingatkan saya akan kutipan Charles Darwin dari film Kong VS Godzilla:
“It is not the strongest of the species that survive, nor the most intelligent, but the one most responsive to change.”
Referensi:





Comments