top of page

Kamu Bukan Siapa-Siapa. Berhenti Mengira Orang Peduli.

  • Writer: eko wahyudi
    eko wahyudi
  • Oct 21, 2024
  • 2 min read

Updated: Mar 28, 2025


Midjourney
Midjourney

Seorang peserta penelitian diminta mengenakan sebuah kaos dengan gambar yang sangat mencolok dan masuk terlambat (sengaja) ke dalam sebuah kelas.


Saat dia masuk, sekilas beberapa orang memperhatikannya, mata mereka tertuju padanya dan si peserta merasa terhakimi oleh tatapan mata. Setelah kelas selesai, peserta penelitian ini ditanya

"Menurutmu seberapa banyak orang di kelas yang memperhatikan gambar mencolok di kaosmu?"

Si peserta memperkirakan sekitar 50% atau setengah dari orang di kelas memperhatikan gambar mencolok di kaosnya. Dia yakin bahwa tatapan-tatapan tersebut adalah sebuah perhatian dan juga penghakiman.


Tapi faktanya, setelah tim peneliti bertanya ke kelas, hasilnya jauh berbeda. Hanya sekitar 25% yang memperhatikan kaos tersebut.



Midjourney
Midjourney

Ini adalah suatu kondisi dimana kita mengira bahwa orang-orang di sekitar kita memperhatikan kita. Kenyataanya? Tidak banyak yang begitu peduli dengan kita. Orang-orang lebih sibuk dengan dengan urusan mereka sendiri.


Fenomena ini mengajarkan kita bahwa, sering kali, perhatian yang kita rasakan dari orang lain tidak sebesar yang kita pikirkan.


Selama bekerja saya pernah melakukan kesalahan. Saya yakin kalian juga pernah.

Dulu saya kadang memikirkan sekali kesalahan yang saya buat apalagi jika ada teman yang menanyakan.


"eh kenapa kemarin?"


Saya kadang di buat overthinking karena ini.Tapi pada akhirnya, saya sadar bahwa orang orang akan lupa, mereka akan kembali ke urusannya masing-masing.


Saya mengalami Spotlight Effect.


Midjourney
Midjourney

Saya merasa seolah-olah saya adalah pusat perhatian. Padahal nyatanya, mungkin tidak begitu banyak orang yang memperhatikan saya.


Mungkin inilah salah satu kelemahan kita,kita yang terlalu melebih-lebihkan perhatian orang kita.


Selain itu untuk apa terlalu memikirkan pendapat orang lain? Toh manusia itu cepat lupa. Ini saya tidak asal ngomong. Ada teorinya dalam dunia pengajaran.


Namanya The Forgetting Curve.


The Forgetting Curve


Hasilnya seperti ini:


Google
Google

Saat kita belajar atau mendapatkan informasi baru, maka


  1. Pada hari pertama kita masih mengingat sebagaian besar informasi

  2. Di hari kedua, lebih dari setengah informasi sudah terlupakan.

  3. Setelah 6 hari, kita akan lupa sebagaian besar informasi.

  4. Tapi jika melakukan latihan atau pengulangan, maka ingatan tersebut akan kembali dan justru lebih kuat. (4>1)

  5. Setiap kali kita melakukan revisi atau mengingat kemabli, proses lupa menjadi lebih lambat,

  6. Dengan melakukan latihan mengingat kembali, ingatan akan semakin kuat. Lebih kuat dari titik pertama (1)


Jadi jelas jika manusia itu cepat lupa. Jika kita melakukan kesalahan, setelah 6 hari atau hampir satu minggu, orang-orang disekitar kemungkinan besar akan melupakan sebagian besar kesalahan itu, Ini karena ingatan kita memang dirancang untuk cepat lupa dan orang lain juga sibuk dengan kehidupan dan urusan mereka sendiri.


Ingatan kita cenderung memudar seiring waktu, begitu juga perhatian orang lain terhadap hal-hal kecil yang mungkin kita anggap penting.


Midjourney
Midjourney

Jadi, kalau Anda pernah merasa cemas atau overthinking tentang kesalahan yang dibuat, ingatlah bahwa dalam beberapa hari, kebanyakan orang mungkin sudah lupa. Kita sering terjebak dalam perasaan bahwa dunia memperhatikan kita terus-menerus, padahal kenyataannya, orang lain lebih fokus pada kehidupan mereka sendiri.


Intinya, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Kesalahan akan dilupakan, dan hidup terus berjalan. Sesungguhnya yang paling lama mengingat kesalahanmu adalah dirimu sendiri.

Comments


© 2024

bottom of page