top of page

Kenapa Kita Mudah Lupa? Sebuah Penjelasan Dari Logo Apple Iphone

  • Writer: eko wahyudi
    eko wahyudi
  • Aug 18, 2024
  • 2 min read

Updated: Aug 19, 2024


ree

Ada 9 logo Apple diatas. Coba anda tebak yang mana logo Apple yang benar?


Jika anda tidak bisa, walaupun anda punya IPhone, tidak apa-apa!


Ini adalah test yang diberikan ke orang orang yang memang suka produk Apple seperti IPhone dan punya. Total ada 85 orang tapi yang bisa menebak dengan benar hanya satu!


Nah satu orang ini, justru tidak memilih salah satu logo diatas. Kenapa? Karena semua logo Apple diatas salah.


Ini adalah logo yang benar:

ree

Lalu kenapa dari 85 orang yang memiliki IPhone malah lupa bagaimana bentuk logo Apple yang sebenarnya?


Sederhana. Mereka tidak memperhatikan hal kecil seperti ini dan otak kita juga tidak dirancang untuk mengingat semuanya.


Otak manusia itu ibaratnya sebuah IPhone dengan mode hemat baterai dimana fokusnya hanya ke hal hal penting dan sisanya jika tidak penting akan diabaikan.

ree

Jadi kalau ada 9 logo Apple palsu di depan mata, dan kita tidak bisa milih yang asli, wajar aja. Walaupun kita punya IPhone, otak kita tidak di-set untuk hafal bentuk logo dengan detail.


Bayangkan saja, otak kita itu seperti orang yang melihat banyak benda setiap hari.

Kita tidak mungkin ingat semua detail, sama seperti kita tidak hafal setiap nomor plat mobil yang lewat di jalan. Jadi, meski kita melihat logo Apple setiap hari, otak kita menganggap itu sesuatu yang harus diingat. Otak kita lebih suka ingat hal-hal yang kita pikir lebih penting—seperti deadline pekerjaan, tanggal jadian, atau jadwal nonton bola.


Jadi sudah jelas kenapa kita mudah lupa.

ree

Karena otak kita milih-milih apa yang penting buat diingat. Otak kita itu seperti penyimpanan barang di gudang: ada batasnya. Jadi, kalau ada info baru, otak harus membuat ruang dengan cara 'melupakan' hal-hal yang tidak begitu penting. Itu kenapa kita bisa lupa nama orang yang baru kita ketemu atau logo Apple yang sebenarnya, walaupun kita lihat setiap hari.


Otak kita juga suka dengan yang namanya efisiensi. Seperti saat kita menyetir atau menyapu—kita tidak perlu berpikir keras karena sudah biasa. Ini bagus agar kita bisa memikirkan hal lain yang lebih butuh perhatian.


Tapi karena otak kita melakukannya tanpa berpikir alias autopilot, detail-detail kecilnya dari kegiatan tersebut tidak tersimpan dengan baik. Ini yang membuat kita susah ingat hal-hal yang sering kita lihat tapi tidak pernah kita perhatikan secara detail. Ini yang sering membuat kita mudah lupa.


Semoga membantu.


Referensi:

Remember: The Science of Memory and the Art of Forgetting- Lisa Genova

Comments


© 2024

bottom of page