Kenapa Manusia Bunuh Diri?
- eko wahyudi
- Nov 3, 2024
- 3 min read

Dia ingin tahu, kenapa orang bunuh diri? Ini adalah sebuah pertanyaan sederhana. Tapi jawabannya mampu mengubah cara pandang kita terhadap manusia.
Di masa itu, kebanyakan orang percaya bahwa bunuh diri umumnya disebabkan oleh gangguan mental. Tapi temuan Durkheim menunjukan hal yang berbeda.
Data yang dia kumpulkan dari penduduk Eropa menyimpulkan satu hal yang sama.
Mereka yang melakukan tindakan bunuh diri adalah mereka yang secara sosial lemah, tidak memiliki teman atau orang dekat. Mereka yang cenderung untuk bunuh diri adalah mereka yang terisolasi.

Prinsip yang sama juga berlaku di keluarga.
Durkheim menemukan bahwa mereka yang hidup sendiri memiliki kecenderungan bunuh diri yang tinggi dibanding mereka yang hidup berkeluarga.
Bahkan, semakin banyak keluarga yang dimiliki seseorang, semakin kecil kemungkinan mereka melakukan bunuh diri.

Temuan Durkheim mengubah pandangan masyarakat kala itu akan penyebab bunuh diri. Seseorang bunuh diri bukan hanya karena kesehatan mentalnya. Tapi karena faktor sosial. Karena seseorang tidak punya teman/keluarga yang bisa diajak berbagi atau membantu mereka.
Dari sini kita bisa simpulkan bahwa:
Manusia adalah makhluk sosial
Definisi makhluk sosial sendiri adalah: Makhluk yang membutuhkan makhluk lainnya.
Dengan kata lain, kita, manusia butuh manusia lain. Ketiadaan manusia lain dalam hidup seseorang inilah menurut saya salah satu penyebab orang bunuh diri.
Penelitian ini dikenal dengan nama "The Harvard Study of Adult Development" yang dimulai tahun 1983.

Peserta dalam penelitian ini adalah 281 mahasiswa Harvard di tahun kedua dari kalangan ekonomi atas dan 456 orang dari kalangan ekonomi bawah.
Selama lebih dari 80 tahun, orang-orang ini diwawancara dan diberikan kuisioner mengenai kesehatan dan kebahagiaan mereka.
Singkatnya hasil dari penelitian ini adalah:
Orang-orang yang bahagia adalah mereka yang memiliki hubungan sosial yang kuat dan baik dengan keluarga dan teman.
Orang-orang yang bahagia dengan hubungan dengan pasangan mereka di umur 50 tahun, cenderung lebih sehat di umur 80 tahun.
Orang-orang yang kesepian cenderung mengalami kesehatan yang memburuk saat mereka tua.
Hubungan dengan orang tua, terutama ibu, di masa kecil, berpengaruh terhadapa kesehatan mental seseorang.

Secara tidak langsung ini bisa menjadi jawaban kenapa orang bunuh diri. Orang yang bunuh diri adalah mereka yang kesepian, mereka yang tidak memiliki orang dekat.
Tentu ada penyebab lain seperti masalah keuangan. Tapi secara umum, menurut penelitian, penyebabnya adalah kurangnya teman dan keluarga. Tidak terpenuhinya kodrat kita sebagai makhluk sosial.
Ini sekaligus menjadi pelajaran untuk kita.
Jika kita melihat teman/keluarga kita kesepian atau sekedar ingin bercerita, mungkin kita bisa menjadi orang yang mendengarkan, orang yang hadir. Memang terlihat seperti hal kecil, tapi ini bisa berdampak besar.
Intinya, penelitian Durkheim dan Harvard Study of Adult Development sama-sama menunjukkan satu hal penting: hubungan sosial bukan hanya pelengkap dalam hidup, melainkan kebutuhan dasar manusia.
Penelitian ini kemudian menginspirasi layanan pencegahan bunuh diri pertama di Inggiris pada tahun 1953 oleh Chad Varah.
Gadis itu merasa sangat tertekan sebelum kematiannya dan tidak memiliki seseorang untuk diajak bicara.
Gadis kecil itu kesepian.




Comments