top of page

Sejuta Nyawa Hanya Angka Tapi Sebuah Nyawa Adalah Cerita

  • Writer: eko wahyudi
    eko wahyudi
  • Aug 10, 2024
  • 3 min read

Updated: Aug 18, 2024


Manakah yang lebih membuat orang tersentuh? Sebuah desa yang mengalami kelaparan atau seorang anak kecil yang butuh sumbangan untuk membeli makanan?


Tiap orang punya pendapat yang berbeda. Ada yang memilih desa karena melibatkan orang banyak ada juga yang memilih si anak kecil.


Tapi bagaimana jika pertanyaan ini dijawab oleh sebuah penelitian? Bagaimanakah menurut Anda hasilnya?


Tim peneliti dari Universitas Carnegie Mellon melakukan eksperimen untuk menjawab pertanyaan ini.



Mereka ingin tahu bagaimana respon orang ketika diminta memilih untuk memberikan bantuan untuk sesuatu yang bersifat abstrak seperti statistik tentang masalah kelaparan di Afrika versus bantuan untuk seorang anak kecil bernama Rokia.


Dalam eksperimen ini, peserta diberikan uang setelah menyelesaikan sebuah survei.Jumlah uang yang diberikan adalah sebesar 5 dolar yang terdiri dari lima lembar satu dolar yang dimasukan kedalam sebuah amplop.


Nah di dalam amplop tersebut, terdapat sebuah surat yang meminta sumbangan untuk sebuah yayasan.


Para peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menerima surat yang berisi statistik tentang masalah kelaparan di Afrika, seperti:


  • Kekurangan makanan di Malawi mempengaruhi lebih dari 3 juta anak.

  • Kekurangan curah hujan yang parah di Zambia menyebabkan penurunan produksi jagung sebesar 42% sejak tahun 2000. Akibatnya, sekitar 3 juta orang Zambia menghadapi kelaparan.

  • Empat juta orang Angola atau sepertiga dari populasi terpaksa meninggalkan rumah mereka.

  • Lebih dari 11 juta orang di Ethiopia membutuhkan bantuan makanan segera.


Bagaimana dengan kelompok kedua? Mereka menerima surat yang berisi cerita tentang seorang gadis kecil bernama Rokia. Tapi siapa Rokia?


Rokia adalah seorang gadis kecil berumur 7 tahun dari Mali, Afrika. Keluarga Rokia sangat miskin dan mengalami kelaparan. Tapi hidup Rokia akan menjadi lebih baik jika Rokia menerima sumbangan. Organisasi Save The Children akan menggunakan donasi yang diberikan untuk membantu Rokia mulai dari menyediakan makanan, kesehatan hingga pakaian yang layak.

Setelah membaca surat tersebut, para peserta diminta untuk memutuskan berapa banyak uang yang ingin mereka sumbangkan dari uang 5 dolar yang mereka dapatkan.


Bagaimana menurut Anda hasilnya?


Hasilnya cukup mengejutkan.


Kelompok yang membaca statistik tentang kondisi Afrika rata-rata hanya menyumbang 1.14 dolar.


Tapi kelompok yang membaca cerita tentang Rokia rata-rata menyumbang sebesar 2. 38 dolar. Lebih dari dua kali lipat dibanding kelompok yang membaca statistik.



Peneliti juga mencoba kombinasi keduanya, memberikan statistik serta cerita tentang Rokia kepada kelompok ketiga. Namun, kelompok ini justru menyumbangkan rata-rata $1.43, hampir satu dolar lebih sedikit dibandingkan mereka yang hanya membaca cerita tentang Rokia.


Apa artinya?

Peneliti menyimpulkan bahwa saat orang membaca statistik kondisi di Afrika, mereka merasa sumbangan mereka tidak akan begitu berarti karena besarnya skala dari masalah tersebut.


Sebaliknya, cerita individu seperti Rokia yang membutuhkan bantuan membuat mereka lebih tersentuh dan tergerak untuk bertindak.


Ini mengingatkan saya akan kunjungan ke mall bersama istri dulu. Kami dihampiri oleh perwakilan Greenpeace untuk diminta memberikan sumbangan ke Greenpeace untuk membantu berbagai masalah lingkungan di seluruh dunia.


Saya dan istri tidak tertarik sama sekali. Kenapa? Persis seperti eksperimen di atas, masalah yang mereka sampaikan terlalu besar dan abstrak. Kami merasa sumbangan yang kami berikan tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masalah-masalah besar tersebut. Ketika kita dihadapkan pada masalah yang begitu besar, seringkali kita merasa kecil dan tidak berdaya. Ujung-ujungnya, kita tidak tergerak untuk bertindak.


Namun berbeda ceritanya jika saat itu kami dihampiri seseorang yang menceritakan tentang seorang anak kecil di yang tidak punya uang untuk membeli peralatan dan baju sekolah yang layak.


Besar kemungkinan hati kami akan lebih tersentuh. Membayangkan bagaimana sumbangan kami , sekecil apapun bisa membantu anak tersebut pergi ke sekolah dengan baju baru tentu akan membuat kami lebih tergerak untuk memberikan bantuan.


Jadi apa kesimpulannya?

Satu kisah manusia lebih bisa bisa menggerakkan hati daripada seribu data walaupun data tersebut melibatkan banyak manusia.

Referensi



Comments


© 2024

bottom of page